Friday, August 4, 2017

7 Jenis Kimono yang biasa digunakan di Jepang



Kali ini aku bakal Bahas tentang Kimono, yaitu 7 Jenis kimono yang sering digunain di jepang.
Kalau denger kimono mungkin ada yang langsung konek ke arah Geisha. Wanita yang wajahnya dibedakin warna putih. Geisha itu sebenarnya apa sih ? Bahas geisha coming soon yak, kali ini kan bahas Kimono hehehehe!

Kimono itu apa sih? Kimono itu adalah Pakaian Tradisionalnya Jepang yang sangat terkenal (kalau di indonesia kaya Kebaya, Batik, dll) Kimono ini sangat terkenal bukan hanya dijepang tapi sudah terkenal ke seluruh dunia. Pengggunaan Kimono bisa dari segala usia,
Mulai dari Anak-anak sampai orang dewasa cocok mengenakan kimono. Pakaian Tradisional ini tidak hanya merupakan Simbol dari Keunikan tradisi di jepang tapi juga merupakan Warisan Budaya yang sangat dijaga oleh orang jepang secara turun-temurun. Orang jepang sering memakai Kimono diberbagai kesempatan seperti festival dan juga acara-acara formal lainnya.

Sejarah Kimono ? gimana sih asal usulnya kimono ?

Sejarah dari Pakaian Tradisional Jepang kita kenal saat ini merupakan Pakaian Tradisional Masyarakat Jepang pada Zaman edo sekitar tahun 1600-1868. Ada perbedaan cara memakai kimono pada zaman itu dimana untuk wanita dikelas samurai memiliki cara mengenakan kimono yang lebih sederhana dibandingkan wanita yang berada diluar kelas samurai, mereka yang berada di luar kelas samurai memiliki gaya mengenakan kimono yang lebih beragam.

Pita besar yang diikat di daerah pinggang dibelakang kimono disebut Obi, pada awalnya obi diikat dibagian depan atau samping dari kimono. sehingga suatu ketika seorang aktor kabuki pada saat itu melakukan pagelaran mengenakan obi yang diikat dibagian belakang kimono sekitar tahun 1700 Masehi, disinilah awal mula cara mengenakan kimono dizaman Modern berasal yang kita sering lihat sekarang.

Tahukah kamu bahwa memiliki beberapa Jenis, tidak hanya designdan bentuknya yang berbeda, tetapi fungsi dari setiap kimono pun berbeda-beda.


1. Yukata (Kimono Musim Panas)

 
Yukata adalah salah satu jenis kimono, Hanya saja Fungsi dan penamaannya membuat kebanyakan orang diluar sana berpikir bahwa Yukata bukanlah Kimono. Yukata berasal dari penamaan dari Kata "Yu" yang berarti "Mandi" dan Kata "Katabira" yang berarti "Pakaian dalam".

Jadi pada Masa/Zaman Heian, para bangsawan Jepang selalu mengenakan sebuah piama tipis berbahan linen setelah mereka menikmati Air Panas di Onsen, tradisi inipun berlanjut sampai Periode zaman Edo dimana pada saat itu Pemandian Air Panas (Onsen) sudah sangat digemari orang jepang, yaap orang jepang sangat suka pemandian airpanas. sampai saat ini yukata pun juga disediakan sebagai pakaian bagi para tamu Ryokan (Penginapan Tradisional Jepang) saat mereka selesai menikmati Onsen Pribadi, biasanya pelayan Ryokan akan menyediakan beberapa helai yukata dalam lemari kamar penginapan.

Yukata yang saat ini sangat umum digunakan terbuat dari bahan Katun tipis yang sangat nyaman dan sejuk saat digunakan, Jadi tidak heran jika Yukata sangat cocok digunakan saat musim panas tiba. Pada saat menghadiri festival musim panas dijepang seperti Bon odori. dan disitu kita akan banyak melihat orang-orang memakai Yukata



2 . Furisode (Kimono Kedewasaan)

Ketika biasanya seorang Anak Perempuan di Jepang sudah menginjak Umur 20 Tahun keatas, Orang tua si perempuan tersebut akan memberi atau menghadiahi anak tersebuah dengan sebuah Jenis Kimono ini saat perayaan Seijin no hi (Hari Kedewasaan).

Apa itu Seijin no Hi ?
Seijin no hi adalah Hari libur resmi di jepang yang jatuh hari sening minggu kedua di bulan Januari. dimana Hari ini digunakan untuk merayakan Generasi muda yang bisa hidup mandiri, dan menyadari telah menjadi dewasa, dimana Generasi Muda tersebut telah atau segera genap berusia 20 tahun.

Dan Umur 20 Tahun merupakan sudah menjadi tanggung jawab bagi sang anak apa yang akan terjadi pada dirinya. Mereka telah diberi tanggung jawab penuh semua hal yang ingin mereka lakukan.

Furisode merupakan Kimono yang berlengan panjang dan memiliki tampilan warna yang mencolok, dan sering bermotif bunga-bunga yang terbuat dari bahan kain sutra yang berkualitas tinggi.

Arti dari Furisode sendiri adalah "Swinging Sleeves" atau Lengan yang berkibas. Untuk keterangan lebih lengkapnya Cek (Klik) di Wikipedia

3. Homongi (Kimono berkunjung)




Jika Jenis kimono Furisode melambangkan seorang wanita yang beranjak Dewasa, Maka Homongi melambangkan sebuah awal baru bagi kehidupan wanita dijepang.
Homongi termasuk Jenis pakaian yang formal digunakan pada wanita dewasa yang sudah menikah maupun belum menikah.

Asal Usul Homongi ? 
Homongi termask jenis kimono baru, dan baru diciptakan pada Zaman Meiji untuk menyaingi busana formal siang hari (Visitung Dress) milik orang barat. Ketika itu, Homongi dibuat karena orang jepang ingin mengenakan busana formal seperti Visiting Dress gaya orang Barat.
Dalam bahasa Jepang, Homongi berarti "Baju berkunjung".

Homongi biasanya digunakan oleh wanita jepang pada saat upacara minum teh, menghadiri acara pesta, maupun Menghadiri Acara Upacara pernikahan atau acara kerabat jauh seperti Teman, rekan maupun Pacar.

4. Tomesode 

Tomesode adalalah Kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Tomesode dari Kain Krep berwarna hitam disebut Kurotomesode (Tomesode Hitam)  sedangkan Tomesode yang dibuat dari Kain Krep berwarna disebut Irotomesode (Tomesode Warna). Lalu apa yang memberdakan Tomesode dengan Homongi ? dari Fungsinya Tomesode digunakan untuk menghadiri acara formal seperti Upacara pernikahan layaknya Homongi, akan tetapi Tomesode ini digunakan untuk menghadiri Acara pernikahan dari Kerabat Dekat seperti Keluarga Kandung.

Untuk lebih lengkapnya Cek di Wikipedia Indonesia


5. Kuro Montsuki (Kimono Kaum Pria)


Kuro Montsuki adalah Kimono yang di buat dan di desain untuk Kaum laki-laki sehingga tidak mempunyai Pita (Obi) yang di ikatkan didaerah pinggang. Kimono jenis ini hanya memiliki warna-warna yang gelap seperti Hitam, Coklat dan Abu-abu. Jenis kimono ini hanya digunakan untuk menghadiri Upacara Formal maupun Sangat formal, termasuk Resepsi Pemberian penghargaan dari kaisar/pemerintah atau seijin shiki

Dan biasanya kita banyak melihat Kimono ini sering gunakan pada Beladiri-beladiri jepang. termasuk Katana yang menjadi properti tambahan layaknya difilm-film.

6. Mofuku (Kimono Berduka)

Mofuku adalah Jenis kimono formal yang dikhusus di gunakan untuk menghadiri upacara pemakaman di Jepang, Memiliki warna hitam yang menggambarkan suasana saat kimono ini dipakai yang melambangkan rasa duka yang mendalam. tetapi pada zaman ini Orang-orang jepang sudah mulai menggunakan Jas Hitam pada saat menghadiri Upacara Pemakaman. dan hanya segelintir orang-orang saja yang masih mengenakan kimono hitam ini, biasanya para kerabat dekat (Perempuan) dari sang almarhum maupun almarhumah yang mengenakannya.

7. Uchikake 

Uchikake adalah Kimono yang berbentuk seperti mantel dan memiliki corak yang full kesemua area pakaiannya. dan kimono ini digunakan sebagai pakaian resmi seorang wanita jepang pada saat mereka Menikah.

Uchikake termasuk Kimono yang paling mahal dari semua jenis kimono yang disebutkan diatas. dikarenakan Pembuatan, Penggunaan maupun material bahannya tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah 7 Jenis Kimono yang sering digunakan dijepang. gimana sering ngeliat ? Penulis juga sering berpikir bahwa Yukata sama kimono itu beda :v toh Yukata juga termasuk jenis kimono.
Terlepas dari semua itu Kimono itu lumayan Mahal Harganya.

So jadi jangan pernah suruh beli oleh-oleh sama kerabat atau teman yang baru pulang liburan maupun Magang dari jepang yah, kecuali dirinya sendiri penjual Kimono.

hehehe. Yang Mana kamu suka Jenis Kimononya ? atau Mau pakai yang mana ?
Kalau penulis sih pastinya Pake Monstuki aja, yang lain rata-rata khusus wanita.

Jangan lupa Komen dan Share ya~~

Saya Bagus Ramanda
See You and Keep Walking~~






Related Articles